news
Thursday, 11 July 2013

Mengenal Kapal Riset Survey Laut Canggih Milik Indonesia

Indonesia sebagai negara maritim memiliki kapal riset yang khusus untuk ekplorasi laut, survey oseanografi dan hidrografi. Setidaknya sampai saat ini Indonesia memiliki 9 kapal riset laut yang dimiliki beberapa instansi yaitu Balai Teknologi Survey Kelautan BPPT, Pusat Penelitian dan Pengkajian Geologi Kelautan (P3GL) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Sub Oseanografi (LIPI- Oseanografi). Berikut ini kita lihat 8 kapal survey laut indonesia.

Balai Teknologi Survey Kelautan BPPT memiliki 4 kapal "Baruna Jaya". Kapal Riset Baruna Jaya BPPT mempunyai karakteristik utama sebagai berikut : panjang 60.4 m, lebar 11.6 m, draft 4.5 m, gross tonnage 700 TX, klasifikasi dari Bureau Veritas I 3/3E dan dari Biro Klasifikasi Indonesia BKI A-100. Jumlah peneliti dan awak kapal yang dapat diakomodasikan dalam sebuah kapal adalah sebanyak 60 orang. Keempat kapal riset ini bersandar di pelabuhan Cilegon, Jawa Barat.


BARUNA JAYA I



Kapal Baruna Jaya 1 digunakan untuk survey di bidang oseanografi fisik, survey bathymetri (kedalaman laut). Kapal ini hadir di Indonesia pada Oktober tahun 1989.

BARUNA JAYA II



kapal riset Baruna Jaya II berfungsi untuk survey Hidrografi, Oseanografi, dan Survey Seismic (Survey Minyak). Kapal ini hadir pada Maret Tahun 1990.

BARUNA JAYA III




Baruna Jaya III merupakan kapal multifungsi yang digunakan untuk survey batimetri, survey geologi/geofisika, survey oseanografi biologi dan perikanan. Kapal ini hadir selang sebulan setelah BJ II, April 1990.

BARUNA JAYA IV



Kapal riset ini spesialis survey Seismic dan dapat digunakan untuk penelitian oseanografi perikanan. Kapal ini hadir pada Desember 1995. Ini merupakan kapal seismic tercanggih selain kapal geomarine (milik PPPGL) Kapal ini sudah lama tidak dipakai sejak tahun 2010 (berdasarkan wawancara ane dengan kru kapal). Namun pada akhir tahun akan ada survey seismic di utara pulau jawa.

=====================================================
LIPI-Oseanografi Jakarta juga memiliki kapal Baruna Jaya yaitu Baruna Jaya VII dan Baruna Jaya VIII. Kapal BJ VII ini dibeli dari Prancis pada tahun 1997. Sedangkan Kapal BJ VIII dibeli dari negara Norwegia tahun 1998.

BARUNA JAYA VII



Baruna Jaya VII merupakan kapal spesialis survey Oseanografi Kimia dan ekspedisi laut Indonesia. Kapal ini berlabuh di pelabuhan tanjung Priok Jakarta Utara

BARUNA JAYA VIII



Baruna jaya VIII dikatakan sebagai kapal riset tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini. Kapal ini berlabuh di Ambon. Kapal ini memiliki alat navigasi dan alat riset yang modern dan tak kalah canggih dengan negara lain. Kapal yang dibeli dengan harga 195 milyar itu memiliki alat yang disebut Simrad Planning System (SPS). dengan SPS ini maka kita hanya perlu membuat track perjalanan kemudian kapal akan berjalan sendiri. Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan 32 sensor yang terletak di badan kapal bagian bawah. Sensor-sensor tersebut akan sangat membantu para peneliti, terutama yang mengamati aspek fisika dan kimia laut. Beberapa sensornya adalah Bottom Bathymery untuk pengukuran kedalaman laut, Conductivity Teperature Depth (CTD) untuk mengukur salinitas, densitas dan temperatur laut dan Acoustic Doppler Current Profie (ADCP) untuk mengukur dan melihat arah arus .


==============================================

Pusat Penelitian dan Pengkajian Geologi Laut merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang riset Sumber Daya Geologi Laut. Untuk mendukung risetnya maka P3GL memiliki kapal riset yang dinamakan Geomarin. Semua kapal Geomarin berlabuh di pelabuhan Cirebon, Jawa Barat.

KAPAL GEOMARIN I



GEOMARIN I merupakan kapal survei geologi/geofisika kelautan yang digunakan untuk wilayah pesisir hingga laut dangkal (200 m). Peralatan pada kapal ini pada umumnya sistem navigasi dan positioning GPS, peralatan geofisika single channel seismic, peralatan sampling sedimen dasar laut dengan gravity/grab sampler.
KR. GEOMARIN I teIah melakukan survei penyelidikan geologi kelautan sistematik di wilayah laut dangkal sejak tahun 1990. Hasil pemetaan geologi kelautan sistematik tersebut hingga tahun 2009, telah menyelesaikan 82 dari 365 lembar peta skala 1:250.000, yaitu sekitar 22,5%..

KAPAL GEOMARIN II




KR. GEOMARIN II merupakan jenis kapal kecil yang dipergunakan untuk survei khusus di wilayah pesisir pantai dan sungai. Para ahli lebih cocok menggunakan kapal ini untuk mendekati fenomena geologi saat pengamatan karakteristik pantai. Kapal ini dilengkapi dengan peralatan survei standar geologi/geofisika pantai, yaitu peralatan pengukur kedalaman (echosounder), navigasi GPS, peralatan sampling (gravity/grab sampler).
Akhir-akhir ini kegiatan yang menggunakan wahana kapal tersebut adalah survei penugasan pemantauan aliran lumpur Sidoarjo di Kali Porong Jawa Timur.

KAPAL GEOMARIN III



KR Geomarin III dirancang sebagai kapal peneliti multi purposes dan diharapkan berkemampuan untuk melaksanakan berbagai metoda penelitian geologi, geofisika, oseanografi dan hidrografi. Kapal dilengkapi dengan fasilitas DPS/DP-1 (Dynamic Positioning System), yaitu sistem manuver pergerakan relatif terhadap gerakan sensor bawah laut saat pengoperasian Remotely Operated Vehicle (ROV), dan posisi diam absolut saat pengambilan contoh dasar laut, pengukuran arus dan gelombang laut).

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer